BUDIDAYA BUAH TIN / ARA ORGANIK TEKNOLOGI BIO-INCON

Buah TIN / ARA atau dalam bahasa jepang ichijiku yang memiliki nama latin Ficus carica ini merupakan salah satu jenis tanaman buah yang berasal dari negara Arab adalah salah satu jenis tumbuhan yang buahnya dapat dikonsumsi. Buah Tin memiliki bentuk yang unik dan rasa yang manis dan sedikit asam, menariknya lagi adalah buah TIN atau yang sering disebut sebagai buah ARA ini mendapat julukan buah suci dari taman surga yang memiliki posisi sama dengan buah Zaitun. Selain itu, Buah TIN ini juga mengandung banyak nutrisi dan kaya akan gizi yang tentunya sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia. Buah Tin ini dipercaya mengatasi penyakit hipertensi dan juga kolesterol, mampu membersihkan hati dan limpa, mencegah kanker dan kecing manis, mengurangi sesak napas, dll.

1. Persiapan Benih

a. Perbanyakan Dengan Biji
Untuk membudidayakan Tanaman buah tin dengan biji, Pilihlah buah tin yang sudah tua atau yang sudah telah mengering. Belah buahnya serta pisahkan biji dan kulitnya. Jemur biji buah tin hingga kering, setelah itu angkat biji yang dijemur kemudian letakkan pada tempat kering yang teduh
.

Setelah beberapa hari mengering rendam biji buah tin gengan air hangat dengan tujuan untuk mengambil biji yang bagus dengan ciri-ciri buah yang mengambang berarti kualitas bijinya jelek. Rendam selama 30 menit untuk mengetahui biji yang mengapung dan yang tenggelam.

Siapkan tempat untuk menyemai biji-biji buah tin, dapat di semai dengan polybag atau dengan lahan pendederan. Isi dengan campuran Tanah, sekam ataupun pupuk kandang, dan pasir dengan dengan perbandingan 2:2:1 (2 Tanah : 2 Sekam atau pupuk kandang : 1 pasir). Diamkan kawasan semaian sekitar 2 hari sebalum biji buah disemai

Tebarkan biji buah tin secara merata di tempat penyemaian dan tutup dengan tanah tipis dan merata. lakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari untuk menjaga semaian tetap lembab, jangan melancarkan penyiraman secara berlebihan agar biji buah tin gak membusuk, cukup siram dengan system spray.

Biji buah tin akan berkecambah selama kurang lebih 3 minggu dari penebaran semaian. Setelah tunas buah mencapai ketinggian 15cm, bibit dapat dipindahkan ke pelastik polybag kecil sebelum ditanam ke lahan tanam permanen.

Semprot seminggu sekali dengan larutan D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air, setelah tanaman berumur satu bulan larutan dapat ditambah dengan 1/2 sendok BioAwu.

b. Perbanyakan Dengan Cara Mencangkok

Penyanggah buat TIN agar cangkokan tidak mudah patah

o    Pilihlah batang buah tin yang muda dan berkulit hijau karena perkaran lebih ekspress dan banyak.

o    Persiapkan alatnya yaitu plastik transparan lalu cocopeat murni yang sudah dibasaho degan air yang dicampur larutan D’NATURE 4 sendok makan per liter air.

o    Membalut batang tin dengan cocopeat yang sudah dibungkus plastik transparan.

o    Panjang areal cangkokan amat 10-15cm saja.

o    Mengikat media cangkokan pada bagian pangkal dan ujungnya menggunakan tali rafia.

o    Pasang penyangga untuk batang agar tidak mudah patah.

o    Melakukan penyiraman media tanam cangkokan. setiap harinya lewat celah- celah yang disiapkan sebelumnya.

o    Umur 30-45 hari cangkokan sudah memiliki melimpah perakaran, siap dipotong lalu dipindah ke media normal.

C Perbanyakan Dengan Cara Stek Batang

Penyangga TIN agar congkokan tidak mudah patah

o    Memotong-motong batang atau cabang tanaman tin yang sudah tua kulit berwarna kecoklatan atau ungu dengan ukuran 10-15 cm.

o    Petunjuk stek tadi dipotong miring.

o    Setelah stek siap, lalu disemai ditempat persemaian yang sudah terdapat media pasir dan kompos didalamnya.

o    Bekas potongan bagian arah pada bahan stek tadi dilapisi lilin untuk mencegah kebusukan.

o    Lakukan penyiraman pada hari seraya menjaga multimedia tanam tetap lembab.

o    Umur 45 hari, bahan stek memiliki perkaran yang melimpah.
Saat itu petunjuk stek siap dipindah kelahan baru atau pot dengan media normal.

Siram media dua minggu sekali dengan D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air dan 1/2 sendok BioAwu. Satu pot sekitar 250 ml air. Lakukan sampai tanaman siap dipindah di media tanam selanjutnya.

2. Persiapan Lahan :

Budidaya TIN dalam pot

Siapkan pot tidak kecil atau bisa juga memanfaatkan drum bekas yang dipotong menjadi 2 bagian, isi pot dengan campuran Tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1: 1.

Tanah isian sebaiknya Tanah yang subur dan gembur, prejudice juga dicampur dengan sedikit pasir. Biarkan pot yang telah berisi campuran Tanah dan pupuk selama a couple of minggu sebelum ditanami.

Budidaya TIN di lahan

Andai anda ingin menanam buah tin di perkarangan griya, usahakan tempat penanaman gak terlindung dari sinar matahari. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 50cm x 50cm dengan kedalaman 50-60cm.

Untuk lahan 1000 m2 Siapkan 100 – 200 kg pupuk kandang, dicampur 1 kg ULTRA BIOSOIL dan 5 kg BioAwu, kemudian semprot media dengan POC D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air. Biarkan semalam.

Isi lubang dengan menggunakan 250 – 500 gram pupuk kandang dan campur dengan sekam padi (jika ada). Biarkan lubang selama 1 minggu sebelum ditanami agar pupuk kandang dapat meresap dengan baik dalam Tanah.

3. Tahap Penanaman
Bibit Tanaman buah tin yang telah siap dapat dipindahkan ke pot atau lubang tanam yang telah disiapkan, lepas pembungkus polybag secara perlahan agar tanah semaian tidak hancur.

Masukkan ke pot atau lubang tanam dan tutup kembali dengan menggunakan Tanah, kemudian padatkan secara perlahan. Lakukan penyiraman setelah pohon buah sudah selesai ditanam. Penyiraman sebaiknya sewajarnya saja, agar akar tidak membusuk.

4. Tahap Perawatan
Perawatan tanaman buah tin pada dasarnya tidaklah terlalu sulit, tanaman buah ini sudah beradaptasi benar dengan iklim di Indonesia. Cukup lakukan penyiraman seperlunya agar media tidak kering..

Bersihkan sekitar pohon buah tin dari tumbuhan pengganggu lainnya. Pemupukan dapat lakukan kembali setelah usia pohon buah tin sekitar 4 bulan dari penanaman awal.

Untuk lahan 1000 m2 Siapkan 100 – 200 kg pupuk kandang, dicampur 1 kg ULTRA BIOSOIL dan 3 – 5 kg BioAwu. Tebarkan pupuk kandang di tanah sekitar pokok batang bagian luar tajuk, kira-kira 250 -500 gram pupuk kandang per tanaman, kemudian semprot media dengan POC D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter, lalu tutup dengan tanah. Lakukan pemupukan ini empat bulan sekali.

Lakukan penyemprotan dua minggu sekali dengan POC D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air.

Pada waktu tanaman sudah berbuah tambahkan Hormon Organik BEST PLANT, dosis 1sendok makan per 5 liter air. Bisa diberikan bersamaan penyemprotan POC D’NATURE.

5. Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang buah tin ini diantaranya hama penggerek batang yang akibatnya batang akan keropos dan membusuk dan pada akhirnya mengakibatkan kematian. Pengendalian dapat di lakukan dengan cara menyuntik vaksin (obat untuk batang buah tin) pada batang untuk mencegah hama tersebut.

6. Panen
Panen Tanaman buah Tin dapat dilakukan ketika tanaman ini memasuki usia tanam 4 – 5 bulan setelah tanam. Dan jika iklim memasuki musim panas maka buah akan semakin cepat banyak dan cepat tua untuk di panen
.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perlu bantuan? Chat Whatsapp