Budidaya Ketela Rambat/Ubi Jalar Dengan Teknologi Organik Bio-Incon

BUDIDAYA KETELA RAMBAT / UBI JALAR

DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK INCON

 

Ketela rambat atau yang juga dikenal sebagai ubi jalar merupakan tanaman pangan yang dapat menjadi sumber alternatif bahan pangan pokok, yang dapat dimanfaatkan baik dari daunya untuk sayuran, maupun daun tua dan kulit umbinya untuk pakan ternak. Selain itu ubi jalar juga telah diolah menjadi tepung yang dapat digunakan sebagai bahan roti maupun kebutuhan industri lainnya.

Dengan manajemen penaman yang baik dapat diharapkan hasil yang maksimal sehingga keuntungan petani bertambah sehingga makin sejahtera.

Syarat tumbuh :

1. Dapat tumbuh di dataran rendah hingga 500 meter dpl. Jika ditanam diatas 1000 meter dpl maka masa panen akan lebih lama.

2. pH ideal 5,5 – 7,5 dengan suhu 21 – 27° C

3. Ubi jalar dibudidaya di tanah gembur banyak mengandung unsur hara organik, tanah lempung berpasir dan memiliki drainase yang baik.

4. Memerlukan penyinaran matahari selama 11 -12 jam sehari.

 

Pemilihan Bibit tanaman :

1. Cara generatif: biasanya digunakan untuk memperbanyak bibit unggul dalam skala terbatas dan untuk mengembalikan sifat-sifat unggul sang induk. Caranya dengan menumbuhkan umbi yang sehat dan berkualitas, simpan di tempat lembab dan teduh hingga keluar tunasnya. Tunas kemudian dipotong dan siap dibesarkan di lahan

2. Cara vegetative :

a. Pilih bibit yang sehat dan normal umur 2 bulan lebih.

b. Potong batang untuk dijadikan stek batang dan stek pucuk sepanjang 20 – 25 cm. Buang daunnya untuk mengurangi penguapan.

c. Ikat bibit supaya mudah disimpan di tempat teduh selama 1 – 7 hari dengan tidak menumpuk.

f. Sebelum ditanam rendam bibit dengan larutan D’NATURE selama kurang lebih 15 menit dengan dosis 4 sendok makan per 10 liter air.

g. Populasi tanaman sekitar 35.000 sampai 50.000 tanaman/ha dengan jarak baris/gulud 80-100 cm dan dalam baris 20-30 cm.

Persiapan Lahan 1000 m2 :

1. Siapkan pupuk kandang yang sudah jadi sekitar 300 – 500 kg.

2. Campur pupuk kandang dengan 1 kg ULTRA BIOSOIL dan 5 – 10 kg BioAwu.

3. Bersihkan lahan dari rumput liar kemudian cangkul/bajak agar menjadi gembur.

4. Buat bedengan dengan tinggi 30-40 cm, lebar 60-100 cm, dan jarak antar bedengan 40-60 cm. Campurkan pupuk kandang ke alur bedengan yang akan ditanami kemudian semprot dengan larutan D’NATURE dengan dosis 6 sendok makan per tangki 15 liter.

Cara Penanaman :

1. Siapkan bibit yang akan ditanam di sekitar bedengan.

2. Bibit ditanam mendatar dengan dibenamkan kira-kira 2/3 bagian dengan pucuk diarahkan ke satu arah.

3. Pada bedengan ditanam 2 deretan dengan jarak kira-kira 30 cm.

4. Penanaman pada lahan kering biasanya ditanam pada awal bulan Oktober atau mendekati akhir musim hujan.

Pemeliharaan Tanaman :

1. Bibit yang mati dapat disulam selama 3 minggu setelah tanam, dengan mencabut tanaman yang mati dan diganti yang baru.

2. Lakukan penyiangan agar rumput liar tidak tumbuh disekitar tanaman.

3. Semprot dengan larutan D’NATURE pada umur 2,4,6 dan 8 minggu dengan dosis 6 sendok makan per tangki 15 liter.

4. Setelah umur 5 minggu bisa disemprot Hormon Organik BEST PLANT dengan dosis 1 sendok makan per 5 liter air, lakukan dua minggu sekali.

Pembubunan :

1. Pada umur 4 minggu setelah tanam gemburkan tanah disekitar guludan dengan cara memotong lereng guludan ke bawah. Kemudian timbunkan ke atas guludan semua agar umbi tidak menyembul keluar dari tanah. Hal ini bisa mecegah penyakit bolengan, karena umbi yang tidak tertutup tanah mudah terkena bolengan. Langkah ini juga untuk menutup rekahan tanah yang bisa menjadi jalan masuk hama penyakit boleng.

2. Ulangi langkah serupa pada saat tanaman berumur 8 minggu sekaligus untuk merapikan akar tanaman yang keluar bedengan dengan tujuan memaksimalkan umbi agar tumbuh lebih besar.

Pemanenan :

1. Pemanenan biasanya setelah tanaman berumur 3,5-4 bulan.

2. Hindari memanen saat sedang hujan, karena bisa menyebabkan umbi menjadi mudah busuk.

3. Pemanenan dikatakan berhasil jika setiap bibit yang ditanam menghasilkan lebih dari 1 kg umbi.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perlu bantuan? Chat Whatsapp