BUDIDAYA PORANG DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK BIO-INCON

1. Mengenal Tanaman Porang

This image has an empty alt attribute; its file name is tanaman-Porang-1.jpgPorang termasuk tanaman daerah tropis, merupakan tumbuhan herba yang juga dikenal dengan nama iles-iles ( Amorphophallus onchophyllus), masih berkerabat dengan suweg, walur, dan acung dan sering dibudidayakan dengan tanaman sampingan.
Tanaman ini termasuk kelas Monokotyledoneae, memiliki tinggi 100-150 cm dan umbi berada di bawah tanah. Batangnya tegak, lunak dan berwarna hijau atau hitam belang-belang (totol-totol) putih yang halus. Ujung batang memecah menjadi tiga batang sekunder yang akanmemecah lagi menjadi beberapa batang kecil dimana helaian daun berjajar beriringan.
Secara morfologi hampir sama dengan tanaman suweg, namun bedanya pada tanaman porang di setiap pertemuan batang sekunder terdapat bubil/katak berwarna coklat kehitaman yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Porang memiliki 2 siklus pertumbuhan yaitu periode vegetasi pada musim hujan, dan periode istirahat pada musim kemarau. Perbanyakan tanaman porang dapat dilakukan melalui penanaman biji,
umbi, irisan mata tunas, maupun kulturjaringan. Jika ditanam dari umbi memerlukan waktu 5-6 bulan setelah tanaman dorman untuk bisa dipanen, sedangkan jika dari irisan mata tunas porang dapat dipanen pada umur 9-20 bulan. Umbi mengalami masa dorman 5-6 bulan, apabila
umbi cukup besar mencapai 2-3 kg akan mulai muncul bunga pada fase daun terakhir, dan dari bunga ini akan keluar biji.

Porang bisa tumbuh di tempat lembab dan terlindung dari sinar atahari atau dilahan terbuka, dari dataran rendah sampai 700 m di atas permukaan laut. Dengan suhu rata-rata 25-30o C. Curah hujan tahunan yang dibutuhkan antara 1000 – 1500 mm. Tanaman ini ideal tumbuh di tanah yang gembur dan kaya unsur organik, tidak tergenang air dengan pH 6-7. Naungan ideal yang dibutuhkan sekitar 40%. Karena karakter tanaman seperti diatas maka cocok dibudidayakan saat mulai musim hujan dan umbi dipanen setelah dorman pada musim kemarau, kemudian setelah olah tanah bisa ditanam lagi masuk ke musim tanam kedua untuk pembesaran umbi.

2. Manfaat Tanaman Porang

Umbi porang mengandung lebih banyak zat glukomanan atau kalsium oksalat daripada tanaman iles-iles sejenis lainnya. Porang juga banyak mengandung karbohidrat dan asam-asam bermanfaat seperti betulinat, stigmasterol, lupeol yang bisa dimanfaatkan sebagai obat.Kandungan kalsium oksalat bermanfaat untuk ;

  • Campuran bahan lem dan pembuatan kertas yang kuat dan kedap air.
  • Pengganti kanji dalam tekstil sehingga kain lebih mengkilap.
  • Pengganti media tumbuh atau sebagai detektor mikroba dalam laboratories.
  • Industri perfilman sebagai pengganti selulosa, pelistrikan sebagai isolator.
  • Sebagai penjernih dan pengikat pada industri minuman, pabrik gula, pertambangan batu bara ( partikel batu bara yang terlarut dalam air dapat terikat oleh kalsium oksalat sehingga airnya dapat dimanfaatkan kembali).
  • Di bidang farmasi sebagai pengikat formulasi tablet, pengental sirup.
  • Di bidang makanan sebagai bahan baku konyaku, shirataki ( mie).
  • Untuk kesehatan menjaga dan memulihkan kelancaran peredaran darah, mencegah naiknya kadar kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi,diet, serta meningkatkan kesegaran dan kehalusan kulit.

3. Budidaya dengan Teknologi Organik BIO INCON

Karena kebutuhan kosumen yang sangat besar akan bahan baku porang dalam bidang industri, baik di dalam dan telebih lagi di luar negeri guna memenuhi kebutuhan ekspor yang selama ini masih kurang pasokannya, maka dibutuhkan teknologi yang tepat guna dan praktis serta bisa mendongkrak hasil dan kualitas mutu dari panen porang. INCON Mitra Bumi Indonesia menghadirkan teknologi organik yang bisa dimanfaatkan oleh petani porang di seluruh nusantara, berikut alur budidaya secara umum :

A. Pembibitan

I. Biji Porang

Biji porang diambil dari umbi yang sudah tua sekitar 4-5 tahun. Saat musim hujan umbi yang besar akan muncul bunga. Bunga berkembang menjadi buah dan biji.Biji buah yang tua siap dikeringkan kemudian disemai.

II. Umbi Katak

Pada saat tanaman menginjak 2 tahun akan keluar umbi katak  ada ketiak daunnya. Apabila panen porang, umbi katak dikumpulkan untuk ditanam pada awal musim hujan.

III. Umbi Porang

Umbi yang digunakan umumya ukuran 50 gram (kecil) dan 200 gram (besar). Saat panen umbi umur 8-10 bulan dari umbi kecil bisa dipanen mencapai 2 kg, sedangkan dari umbi besar mencapai 3,5 kg atau lebih.

B. Persiapan Lahan

Budidaya porang bisa dilakukan dengan cara monokultur di lahan terbuka atau bisa juga dengan tanaman naungan sekitar 40% atau lebih.
Untuk tanaman monokultur bisa ditanam dengan jarak 1 x 1 atau 10.000 tanaman per hektar, atau bisa lebih padat dengan jarak tanam 1 x 0,5 m atau 20.000 tanaman per hektar.
Sedangkan jarak tanam dibawah tanaman naungan disesuaikan dengan tanaman utama seperti jati, sengon atau tanaman keras lainnya. Adapun pengolahan tanah secara intensif adalah sebagai berikut :

1.Pengolahan Lahan :

Untuk mendapatkan hasil yang optimal harus diperhatikan syarat-syarat tumbuh yang ideal. Selain itu tanah dipersiapkan dahulu agar menjadi gembur dan siap ditanami.Lakukan pembajakan kurang lebih sedalam 30 cm, sekaligus untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu. Biarkan selama 10-14 hari agar gas-gas beracun dalam tanah menguap serta bibit penyakit dalam tanah bisa mati terkena sinar matahari.

2.Pembuatan Bedengan

Bedengan dibuat untuk mempermudah penanaman dan perawatan serta mencegah terjadinya genangan air. Ukuran tinggi gundukan bedengan sekitar 20-30 cm dengan lebar 80-100 cm. untuk panjangnya menyesuaikan luas lahan, bisa 20-30 m.

C. Teknik Budidaya

Buat lobang tanam sesuai dengan jumlah populasi yang dikehendaki, misal 1 x 0,5 m. jarak antar bedeng 1 m dan jarak baris antar tanaman 0,5 m sehingga dalam 1 hektar ada 20.000 tanaman. Lobang tanam ekitar 40 cm dengan kedalaman sekitar 30 cm.
Berikan kompos premium ( kompos yang sudah diaktifkan dengan Ultrabiosoil) pada setiap lobang tanam sebanyak 250-500 gram. Jadi untuk 20.000 lobang membutuhkan sekitar 5-10 ton kompos premium.
Sebelum ditanam, umbi porang dapat direndam dulu dengan larutan pupuk Hayati D’Nature dosis 20 ml per 5 liter air, diamkan selama 1 jam lalu tiriskan. Tujuan perendaman ini untuk merangsang fase dorman umbi agar cepat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Setelah itu tanam umbi dalam bedengan dan tutup dengan tanah lalu siram dengan air.
Akan lebih bagus air yang untuk menyiram diberi D’nature dengan dosis 10 ml per 10 liter air.

D. Pemeliharaan Tanaman

  1. Penyulaman :
    Sekitar 2-3 minggu setelah tanam dilakukan pengamatan, jika ada umbi yang mati bisa segera diganti agar pertumbuhan bibit susulan tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain.
  2. Penyiangan :
    Penyiangan dilakukan sekitar sebulan sekali bergantung pertumbuhan kondisi tanaman pengganggu. Setelah umur 6 bulan umumnya tidak dilakukan penyiangan lagi karena pada usia tersebut umbi porang sudah cukup besar.
  3. Pemupukan :
    • Pemupukan awal dengan Ultrabiosoil pembenah tanah diberikan pada saat persiapan lahan dicampurkan dengan kompos premium, yang bertujuan meningkatkan nutrisi dalam tanah, menjaga kesuburan tanah dengan bahan-bahan organik serta meningkatkan sari pati umbi agar kualitas menjadi lebih baik dan tumbuh dengan seragam.
    • Pemupukan lanjutan dapat dilakukan saat porang berumur 3 bulan, dengan ditaburkan kompos premium yang sudah diaktifkan dengan Ultrabiosoil, pada setiap lobang tanam sebanyak 250-500 gram. Jadi untuk 20.000 lobang membutuhkan sekitar 5-10 ton kompos premium.
    • Selain pemberian pupuk tabur juga diberikan Pupuk Hayati Cair D’Nature dengan konsentrasi 60 ml ( 6 sendok makan) per tangki 15 liter air. Disemprotkan saat sebulan sekali saat tanaman berumur 1, 2 dan 3 bulan.
    • Pada fase pembesaran umbi bisa ditambahkan Best Plant dengan dosis 30 ml per tangki 15 liter air. Disemprotkan umur 4 dan 5 bulan. Saat penyemprotan Best Plant dapat juga dicampurkan dengan D’Nature.
  4. Panen :
    Tanaman porang akan siap dipanen pada usia 8-10 bulan dengan ciri batang mulai menjadi kuning lalu mengering yang berlangsung selama kurang lebih 15 hari.This image has an empty alt attribute; its file name is tanaman-Porang-3.jpg
    Bongkar dengan hati-hati menggunakan garpu atau cangkul, kemudian kotoran tanah bisa dibersihkan dengan cara dicuci pakai air. Sesudah itu umbi porang dapat dikering anginkan di atas anyaman bambu kira-kira 1 minggu, disimpan di tempat yang tidak lembab dan hindari penumpukan yang terlalu tinggi/disebar.
    Pemanenan sebaiknya dilakukan bukan pada musim hujan agar umbi porang tidak mejadi busuk. Hasil produksi umbi porang pada satu musim tanam sekitar 20-25 ton per hektar.

Setelah panen porang dapat dikeringkan dengan melakukan perajangan umbi secara melintang dengan ketebalan 5-7 mm dengan cara manual maupun mesin pemotong. Setelah itu bisa dijemur atau dioven, penjemuran dapat dilakukan sampai kadar air 8% selama 5-10 hari, dibolak balik sekitar 4 jam sekali diatas rangka pengering dan pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Jika menggunakan oven pada suhu 50-60°C.
Lakukan pengemasan dalam wadah atau kantong yang bersih dengan mencamtumkan berat, nama petani, nama bagian bahan dan sebagainya sebagai tanda. Simpan di gudang yang tidak lembab dengan suhu tidak lebih 30oC. Gudang sebaiknya dengan penerangan yang cukup dan bebas dari hama pengganggu.


Budidaya porang secara organik akan menghasilkan tanaman yang lebih sehat dan lebih disukai konsumen terutama untuk pasaran ekspor yang mengedepankan standar mutu cukup tinggi. Pola tanam organik juga seiring dengan kesadaran masyarakat akan bahayanya bahan-bahan kimia yang menjadi residu produk pertanian non organik.
Selain itu produktifitas dan mutu hasil juga akan lebih bagus serta tetap menjaga tanah agar tetap subur dan produktif.


Catatan :

  • Pupuk yang digunakan selain pupuk kandang/bahan kompos lainnya, juga ditambahkan Pupuk Pembenah Tanah Ultrabiosoil, Master Pupuk
  • Hayati D’Nature, Master Perangsang Buah Best Plant. Jika masih menggunakan pupuk NPK kimia, dosis pemakain NPK kimia dapat dikurangi s.d 50%. Dengan konsentrasi setiap 25 kg NPK dicampur 1 kg Ultrabiosoil.

Panduan dalambentuk PDF /e-book, bisa diunduh di bawah ini ;

[embeddoc url=”https://inconmbi.com/wp-content/uploads/2019/10/Porang.pdf” download=”all”]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perlu bantuan? Chat Whatsapp