BUDIDAYA STRAWBERRY ORGANIK TEKNOLOGI BIO-INCON

Tanaman Strawberry pertama kali dibudidayakan di Chili, Amerika. Salah satu jenis yang populer dikembangkan adalah Fragaria chiloensis L. Kebutuhan pasar akan Strawberry sangat tinggi apalagi dengan kualitas yang baik, penampilan dan rasanya manis dan bersumber dari budidaya Organik yang ramah linkungan dan aman bagi kesehatan para penikmatnya.

Berikut cara budidaya Strawberry Organik dengan produk INCON :

1.       Syarat Tumbuh :

a.       Strawberry dapat tumbuh optimal pada daerah dengan ketinggian 1000-1500 dpl, curah hujan 600-700 mm/tahun, dengan sinar matahari 8-10 jam.

b.       Meski dari daerah subtropis namun dapat beradaptasi pada daerah tropis dengan suhu 17-20 derajat C, dan kelembaban antara 80-90%.

c.       Media tanam yang baik adalah tanah liat berpasir yang gembur dan mengandung banyak bahan organik, tata air dan udara yang baik.

d.       pH tanah di lahan sekitar 5,4-7,0. Jika ditanam di pot pH antara 6,5-7,0.

e.     Jika ditanam di kebun kedalaman air tanah sekitar 50 cm, kalau di pot media harus poros dan unsur hara selalu tersedia.

2.       Panduan Budidaya :

a.       Pembibitan :

          Strawberry diperbanyak dengan biji dan vegetative (anakan dan stolon atau akar sulur). Kebutuhan bibit per hektar sekitar 40.000-80.000 bibit.

          Media bibit sebaiknya dari tanah subur yang dicampur kompos dan pasir perbandingan 1:1:1, tambahkan 1 sendok ULTRA BIOSOIL per 10 kg media.

          Pesemaian disiram setiap hari dengan semprot kabut agar tidak merusak tanaman yang masih kecil. Jarak antar bibit 2-3 cm. Semprot bibit seminggu sekali dengan POC D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air.

–      Setelah tanaman berukuran sekitar 10 cm dan telah merumpun maka perlu dipindah ke lahan atau media pot.

b.       Pengolahan Media Tanam:

          Di awal musim hujan lahan dibajak dengan kedalaman 20-40 cm, dan dibiarkan selama sekitar dua minggu.

          Kemudian buat bedengan dengan lebar antara 80-100 cm, tinggi 30-40 cm, jarak antar bedengan 40-60 cm.

          Untuk lahan 1000 m2 taburkan 500-800 kg pupuk kandang/kompos, yang sudah dicampur 1 kg ULTRA BIOSOIL dan 5 kg BioAwu. Taburkan merata di atar guludan lalu semprot dengan POC D’NATURE dosis 4 sendok makan per 5 liter air.

          Bila menggunakan muksa plastik, tutup guludan dengan mulsa dan buat lubang dengan jarak baris antara 30-50 cm, sehingga jarak tanam menjadi 40×30 cm, 50×50 cm, atau 40×50 cm.

c.       Penanaman:

          Basahi pesemaian yang berisi bibit, keluarkan bibit bersama media tanam dengan hati-hati agar akar tidak rusak.

          Tanam satu bibit pada lubang tanam dan padatkan tanah di sekitar pangkal batang.

–      Sirami pangkal batang sampai lembab.

d.       Pemeliharaan :

          Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari. Ganti tanaman yang mati atau tumbuh abnormal dengan bibit yang baru.

          Penyiangan dilakukan bergantung pertumbuhan gulma, upayakan lahan tetap bersih dari rumput liar agar nutrisi tetap tersedia untuk pertumbuhan strawberry.

          Pemangkasan dilakukan jika tanaman terlalu banyak daun/rimbun untuk membuang daun-daun tua yang sudah rusak.

          Sebaiknya tanaman strawberry diremajakan setiap dua tahun sekali.

e.      Pemupukan :

          Pemupukan susulan diberikan sekitar sebulan setelah tanam dengan menaburkan 1 sendok teh BioAwu ke sekitar perkaran luar tanaman sembari digemburkan, kemudian semprot dengan D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air.

          Pupuk susulan berikutnya diberikan apabila pertumbuhan kelihatan mulai kurang baik, lakukan hal yang sama seperti diatas.

          Untuk pemberian pupuk daun dapat diberikan seminggu sekali, semprot dengan D’NATURE dosis 2 sendok makan per 5 liter air (dan tambahkan 1 sendok makan BioAwu per 15 liter air POC siap semprot, penambahan ini diberikan setiap dua minggu sekali).

–       Pada saat sudah mulai muncul bunga semprot dengan Hormon Organik BEST PLANT dosis 1 sendok makan per 5 liter air, lakukan dua minggu sekali, bisa dibarengkan dengan penyemprotan POC.

f.       Penyiraman : diberikan sesuai kebutuhan agar tanaman tidak kekurangan air,khususnya sewaktu pembentukan buah sudah mulai muncul supaya buah dapat tumbuh optimal.

g.    Pemanenan : setelah buah agak kenyal dan didominasi warna merah hingga kuning kemerahan, sekitar dua minggu setelah pembungaan atau 10 hari setelaah muncul buah. Lakukan pemanenan dengan menggunting bagian pangkal buah dan simpan dengan hati-hati agar tidak memar. Simpan di tempat teduh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perlu bantuan? Chat Whatsapp