BUDIDAYA TANAMAN JERUK ORGANIK DENGAN TEKNOLOGI BIO-INCON

Jeruk merupakan jenis buah yang sangat diminati masyarakat karena kesegaran rasanya dan kandungan vitamin C yang cukup tinggi, dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan, sebagian bahkan masih dipenuhi dari pasar impor dari luar negeri. Karena kebutuhan masyarakat yang terus bertambah inilah maka budidaya tanaman jeruk patut dipertimbangkan untuk dikelola dengan serius agar bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi petani jeruk khususnya

Keberhasilan budidaya jeruk ( citrus sp ) sangat bergantung pada managemen pengolahan lahan yang baik, salah satunya pola pemupukan berimbang yang perlu dilakukan secara kontinyu, dikarenakan setiap pengambilan hasil panen yang dibawa keluar lahan akan menyebabkan unsur makro dan mikro yang ada di dalam tanah berkurang karena telah diambil untuk produksi buah dan pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu penambahan pupuk secara berkala yang tepat waktu dan tepat dosis sangat dianjurkan agar panen dapat terus berlangsung dengan baik.

 

Jumlah tanaman jeruk setiap hektar bergantung pada jenis dan jarak tanamnya :

       Jeruk Keprok jarak tanam 5 x 5 m

       Jeruk Manis jarak tanam 7 x7 m

       Jeruk Sitrun jarak tanam 6 x 7 m

       Jeruk Nipis jarak tanam 4 x 4 m

       Jeruk Grape Fruit jarak tanam 8 x 8 m

       Jeruk Besar jarak tanam 10-12 x 10-12 m

Jarak tanam jeruk pada umumnya 5 x 5 m, maka dalam 1 hektar ada 400 pohon. Jarak tanam di dataran rendah 5,2×5,2 m maka jumlah 1 hektar ada 364 pohon. Jarak tanam di dataran tinggi 5 x 4 m maka jumlah 1 hektar ada 500 pohon.

Pilih bibit berkualitas yang tidak membawa penyakit turunan dari tanaman induknya.

 

Aplikasi Pupuk INCON :

1.    Pada saat persiapan tanam :

       Setelah lahan dibersihkan dari rumput, buat lubang tanam sesuai jarak yang diinginkan minimum 2 minggu sebelum tanam. Ukuran lubang tanam sekitar 50 x 50 x dalam 50 cm.

       Tanah bagian bawah dipisahkan dengan tanah bagian atas yang subur, lalu campur tanah bagian atas dengan 2 kg pupuk kandang,

       Masukkan.kedalam lubang tanam, campuran 1 kg kompos/pupuk kandang, 1 sendok ULTRABIOSOIL dan 2 sendok BioAwu/lobang tanam, kemudian semprot dengan POC D’NATURE dosis 2 sendok makan/5 liter air.

       Tanam bibit pada kedalaman 35 cm lalu tutup dengan tanah yang sudah dicampur pupuk kandang tadi, sambil diinjak agar rapat.

–     Lalu siram dengan air hingga basah dan pasang tajuk lalu ikat batang pada tajuk agar tidak mudah roboh.

2.  Pemupukan Lanjutan :

Rekomendasi secara umum pemberian pupuk pada jeruk dosis per tanaman:

Umur

( tahun )

Periode

 

ULTRABIOSOIL

(gram)

BioAwu

(gram)

Pupuk Kandang

(kg)

0 – 1 3 bulan

sekali

10 10-20 1
1 – 2 10 10-20 1
2 – 3 4 bulan sekali 20 20-30 2
3 – 4 sda

sda

sda

sda

sda

sda

sda

20 20-30 2
4 – 5 20 20-30 2
5 – 6 30 30-40 3
6 – 7 30 30-40 3
7 – 8 30 30-40 3
8 – 9 40 40-50 4
9 – >10 40 40-50 4

 

–       Setiap setelah dilakukan fase pemupukan, semprot pupuk dengan larutan D’NATURE dosis 2 sendok makan/5 liter air. Kemudian tutup dengan tanah. Setelah itu semprot juga bagian daun, batang dan bagian akarnya.

–       Penyemprotan D’NATURE pada daun juga dapat dilakukan sebulan sekali.

–       Pupuk kandang/kompos yang sudah matang selalu dicampur dengan 3-5 kg ULTRA BIOSOIL untuk 1 ton pupuk kandang/kompos.

–       Kalau pupuk kandang belum matang setelah dicampur ULTRABIOSOIL, perlu proses pematangan sekitar 14 hari..

–       Waktu musim bunga, semprotkan Hormon Organik BEST PLANT dosis 1 sendok makan/5 liter air, selang 14 hari sekali. Minimal 2 kali semprot

–       Pupuk kandang yang baik untuk jeruk dari kotoran sapi karena unsur K tinggi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perlu bantuan? Chat Whatsapp