FORMULA KELAPA SAWIT

FORMULA INCON MITRA BUMI INDONESIA

MENJADIKAN KELAPA SAWIT SUPER PRODUKTIF

Oleh : Bima Widjajaputra

Pemupukan pada kelapa sawit akan sangat menentukan usia produktif, masa produksi dan volume serta kualitas hasil produksi. Bagi tanaman belum menghasilkan ( TBM ) adalah untuk meningkatan pertumbuhan vegetatif, sedangkan untuk tanaman menghasilkan ( TM ) diarahkan untuk produksi buah. Aplikasi pemupukan yang tidak tepat ( jenis, dosis, waktu dan metode ) dapat menyebabkan tanaman kelapa sawit terganggu pertumbuhannya sehingga kurang produktif.

BEBERAPA PRINSIP :

  Tanaman kelapa sawit akan tumbuh optimal bilamana daun tumbuh lebat, cukup klorofil dan tidak mudah layu serta rontok. Hal ini diperlukan untuk menjadikan proses fotosintesa dan pembentukan protein berlangsung sempurna sehingga tingkat jadinya buah akan sangat tinggi. Untuk menjadikan itu semua, maka nitrogen harus tersedia dalam jumlah cukup, tidak berlebihan dan dalam kondisi siap diserap oleh tanaman.

  Saran  :

Hara Nitrogen (N) yang tersedia dalam tanah harus cukup bagi pertumbuhan tanaman sesuai umurnya.pH tanah tidak boleh terlalu rendah agar tidak menyebabkan terhambatnya mineralisasi Nitrogen. Drainase harus bagus, tanah dibuat lebih poros untuk memberi kemudahan akar berkembang optimal. Tumbuhnya Gulma di sekitar tanaman harus ditekan. Aplikasi bahan organik dengan C/N tidak terlalu tinggi atau gunakan kompos yang sudah jadi betul. Aplikasi pemupukan Nitrogen pada waktu yang tepat, tersedia cukup dan tidak mudah hilang

Perlakuan: Aplikasi pupuk secara merata di piringan dan pada saat kondisi tanah lembab, tambahkan pupuk Nitrogen, Magnesium dan Cuprum pada tanaman kelapa sawit yang dibarengi bioconditioner tanah khusus yang banyak mengandung mikroorganisme decomposer dan bio herbisida, kemudian disiram pupuk organic cair dengan kandungan boron yang cukup.Bunga dan buah kelapa sawit yang bermutu tinggi hanya akan tumbuh lebat pada batang yang kuat dan bertumpu pada perakaran yang berkembang sempurna. Kelapa Sawit super tidak akan pernah ditandai dengan tanaman yang kerdil, pelepah pendek, pelepah tidak megar dan batang meruncing

Saran  :

        Hara P tersedia dalam tanah dalam jumlah yang memadai dan siap diserap

        Tanah permukaan harus terikat kuat dengan lapisan bawahnya.

        pH tanah tidak terlalu tinggi.

–      Silika aktif dimasukkan bersamaan dengan pemupukan Phospat

Perlakuan: Aplikasi Pupuk posphat di pinggir piringan, tingkatkan kandungan P tanah dengan pemupukan P dosis tinggi  (0.5-0.75 kg P2O5/pohon/tahun  atau 1-2 kg TSP/ SP36) bersama biocondisioner tanah khusus, kurangi erosi/ lakukan penambahan kompos/ sirami dengan pupuk organic cair yang mengandung zat perangsang tumbuh akar.

–      Sintesa minyak hanya berlangsung ketika aktivitas enzim dan mulut daun bekerja optimal. Jumlah dan ukuran tandan yang lebat harus diimbangi dengan sintesa minyak yang memadai agar meningkatnya jumlah buah berpengaruh signifikan dengan peningkatan volume minyak. Penuaan dini pada sel-sel daun, pelepah dan batang harus dicegah.

Saran  :

        Unsur Kalium tersedia cukup/ tidak berlebih agar terserap oleh batang dan sempurna ditranslokasikan ke buah serta tidak mudah terserang penyakit seperti ganoderma.

        Unsur calcium dan nano boron aktif tersedia seiring penyerapan kalium

        Peningkatan kapasitas tukar kation dalam tanah agar tidak terjadi kelebihan K yang menghambat penyerapan boron.

     Cegah kemasaman tanah dengan conditioner tanah.

Perlakuan: Aplikasi pupuk Kalium berbareng Boron dan bioconditioner tanah  pada pinggir piringan, kemudian sirami dengan pupuk organic cair yang mengandung zat perangsang tumbuh akar dan translokator agent.

Seringkali para petani dan pengusaha kelapa sawit mengalami kerugian yang sangat besar akibat usia produksi tanaman yang sangat pendek. Harapan panen hingga usia 35 tahun sebagaimana telah dicanangkan sejak awal penanaman, ternyata harus menghadapi kenyataan dengan berhentinya masa produktif ketika tanaman berusia 25 tahun, bahkan banyak yang harus kecewa sejak usia 18 tahun. Penggantian tanaman butuh biaya besar dan menunggu masa produktif yang lama. Formulasi INCON MITRA BUMI INDONESIA merupakan solusi untuk mengatasi problematika tersebut.

FUNGSI UMUM BIOREAKTOR D’NATURE:

        Sebagai gudang mikroorganisme penyubur tanah dan tanaman yang sangat dibutuhkan dalam dekomposisi dan fermentasi aneka jenis bahan organik.

        Menambah nutrisi mineral mikro lengkap dan zat perangsang tumbuh alami yang langsung siap diserap oleh tanaman melalui daerah perakaran atau daun.

        Mengefektifkan pengayaan nitrogen dalam tanah baik secara simbiotik endogenik ataupun ektogenik.

        Mengefektifkan translokasi hara tanaman ke daun dan dari daun ke janjang buah.

        Mengefektifkan penguraian fosfat alam dan penyerapannya oleh tanaman untuk menjamin kualitas minyak yang lebih bagus.

        Meningkatkan kemampuan metabolisme fotosintetik tanaman dan mengefektifkan proses pemasakan oleh daun.

–      Menyehatkan dan menyuburkan tanah serta tanaman,Meningkatkan kualitas dan kuantitas buah kelapa sawit.

FUNGSI UMUM BioAwu dan ULTRA BIOSOIL :

        BioAwu khususnya mencukupi kebutuhan makro dan mikro tanaman secara ionik dan biomagnetik.

        Sebagai mikrokondisioner pada tanah yang akan mempercepat dekomposisi bahan organik dalam tanah menjadi nutrisi tersedia bagi pertumbuhan tanaman.

        Sebagai penetralisir keasaman tanah terutama pada lahan gambut atau dataran rendah bekas rawa dan bekas galian tambang batubara.

        Penggembur tanah yang akan memperbaiki aerasi tanah dan menjamin keleluasaan perkembangan cacing dan serangga penyubur tanah.

        Memperkaya variasi dan volume mikroorganisme penyubur tanah.

        Memacu produksi zat perangsang tumbuh alami oleh mikroorganisme.

        Meningkatkan kemampuan mikroorganisme pengikat nitrogen dan pengurai phospat alam dalam penyediaan nutrisi bagi tanaman.

        Melebatkan akar, memperbesar batang, pelepah dan tandan lebih lebat

        Penguat jaringan akar, batang, daun, bunga dan buah.

        Memperpanjang masa produktif tanaman kelapa sawit.

–      Kandungan jamur antagonis dapat mencegah serangan jamur merugikan seperti Ganoderma yang menyebabkan busuk pangkal batang.

PEMUPUKAN SAWIT PER HEKTAR DENGAN TEKNOLOGI INCON

WAKTU PEMAKAIAN APLIKASI

BioAwu dan ULTRABIOSOIL

 

APLIKASI

D’NATURE

KETERANGAN
Pada awal musim hujan, an awal musim kemarau. Atau 4 bulan sekali mengikuti pemupukan setempat. 5 kg ULTRABIOSOIL   dicampurkan 50 kg BioAwu 1 pohon 35-45 gram ultrabiosoil, 100 gram-0,5 kg Metabooster. Buat lubang di sekitar tanaman. Setelah penaburan pupuk lalu tanah dan pohon disemprot larutan D’NATURE yang sudah diencerkan dengan air sesuai kebutuhan. Kemudian ditutup dengan Tanah.
D’NATURE

10 Sachet

Kebutuhan satu periode penyemprotan per hektar 10 liter, dilakukan setiap 4 bulan sekali bersamaan pemberian pupuk dasar.

Dosis: 80 ml/pohon (8 sendok makan) POC D’NATURE per 10 liter air

Total pemakaian pupuk pertahun/hektar

ULTRABIOSOIL = 15 kg BioAwu = 150 kg

D’NATURE = 30 sachet

*) Populasi Kelapa Sawit 125 pokok per hektar.

**)       1 liter larutan Pupuk Organik Cair  dapat dibuat menggunakan 1 sachet D’NATURE 5 gr + 1 liter air kelapa (yang tersimpan maksimal 2 hari), difermentasi minimal 12 jam.

***)     Pemberian pupuk NPK dan Pupuk Kandang dapat mengikuti dosis rekomendasi setempat sesuai dengan umur tanaman, jumlah biasanya akan meningkat seiring pertambahan umur tanaman. Pemakaian NPK dapat dihemat 50-100% dari dosis biasanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perlu bantuan? Chat Whatsapp