MEMAKSIMALKAN HASIL BUDIDAYA SINGKONG DENGAN TEKNOLOGI ORGANIK BIO-INCON

Singkong atau ketela pohon merupakan tanaman yang dikenal luas di Indonesia, yang telah lama dimanfaatkan sebagai sumber pangan dengan kandungan nutrisi yang tidak kalah dengan bahan pokok lainnya. Bahkan sekarang telah dikembangkan sebagai komoditi ekspor dalam bentuk tepung casava. Potensi keuntungan dari penanaman juga cukup besar seiring meningkatnya Industri yang menggunakan singkong sebagai bahan baku utamanya, maupun konsumsi penduduk yang populasinya tiap tahun juga bertambah. Resiko kerugian budidaya singkong juga lebih sedikit dibanding tanaman lain karena tahan terhadap perubahan cuaca maupun serangan penyakit. Maka budidaya singkong semakin digandrungi para usahawan baik yang sudah lama berkecimpung maupun usahawan pemula.

Cara budidaya Singkong tidak banyak mengalami perubahan baik penanaman secara tradisional yang telah lama diterapkan oleh nenek moyang kita maupun dengan cara modern, untuk meningkatkan hasil produksinya telah banyak dilakukan pengembangan dalam mencari jenis singkong unggulan yang bisa menghasilkan umbi yang memiliki bobot lebih semisal bisa mencapai 50 kg/pohon, juga cara budidaya yang dibuat semakin sederhana dan hemat sehingga keuntungan dapat lebih maksimal.

INCON MITRA BUMI INDONESIA turut memberi perhatian pada budidaya tanaman singkong dengan tujuan meningkatkan hasil dengan teknologi yang mudah diterapkan dan ramah lingkungan sehingga kelestarian pangan tetap terjaga secara alami.

Secara umum budidaya singkong memiliki kesamaan meskipun banyak jenis yang ditanam seperti singkong mukibat, singkong lokal, singkong gajah dll. Namun TEKNOLOGI INCON bisa diterapkan untuk semua jenis tersebut. Berikut cara budidaya singkong dengan TEKNOLOGI INCON MITRA BUMI INDONESIA dengan produk unggulan :

1.  Pupuk ULTRA BIOSOIL dan BioAwu sebagai pupuk hayati yang dapat diplikasikan dengan mudah yang bermanfaat untuk meningkatkan pembentukan umbi dan kandungan pati yang ada sehingga bobot umbi dapat maksimal sewaktu panen. ULTRA BIOSOIL dan BioAwu membantu penguraian pupuk dasar sehingga mudah diserap tanaman dan menggemburkan tanah sehingga tanah tidak bantat dan umbi singkong dapat menjadi lebih besar pertumbuhannya. Luas penampang akar serabut juga menjadi lebih luas sehingga penyerapan nutrisi dan air di sekitar batang singkong menjadi lebih maksimal dan lebih tahan terhadap kekeringan.

2.  D’NATURE yang dapat digunakan sebagai pupuk daun yang kaya nutrisi maupun ZPT yang bisa membantu terbentuknya zat hijau daun secara lebih maksimal sehingga daun lebih dapat memasak nutrisi alami tanaman sehingga umbi mejadi lebih banyak sari patinya. Kandungan pupuk mikro juga bersinergi dengan pupuk dasar yang diberikan sehingga tanaman tumbuh sehat dan lebih tahan terhadap serangan penyakit.

Berikut tahapan umum dalam Budidaya Singkong :

1. Syarat pertumbuhan :

–       Curah hujan antara 1500 – 2500 mm/tahun

–       Kelembaban udara 60 -65 %.

–       Sinar matahari lebih kurang 10 jam untuk memaksimalkan kesuburan daun dan pembentukan umbi

–       Tanah tidak terlalu liat, dan tidak terlalu poros. Lebih ideal tanah berstruktur remah dan kaya bahan organik.

–       pH ideal 5,8 pada ketinggian 10 – 700 m dpl, suhu minimal 10 derajat Celcius

2. Pemilihan bibit :

–       Bibit yang baik diambil dari tanaman umur 10 -12 bulan

–       Stek batang diambil dari bagian bawah sampai tengah yang pertumbuhannya normal

–       Diameter batang sekitar 2,5 cm, lurus, dan belum tumbuh tunas

–       Untuk memudahkan penanaman stek diikat antara 25 – 30 stek.

3. Persiapan lahan dan jarak tanam :

–       Bersihkan lahan dari tanaman gulma atau tanaman budidaya lainnya yang terlebih dahulu ditanam

–       Lakukan pembajakan secara merata

–       Untuk tanah dengan tingkat keasaman tinggi dapat diberikan Dolomit 1 – 2,5 ton per ha.

–       Setelah pengolahan lahan mencapai 70 %, taburkan 2-3 ton pupuk kandang per ha pada alur bedengan yang akan dibuat, kemudian buat bedengan membujur dari timur ke barat agar sinar matahari merata

4. Cara Penanaman :

–       Waktu penanaman yang bagus pada awal musim hujan agar tunas tumbuh maksimal

–       Jarak tanam dapat disesuaikan :

1. Monokultur jarak tanaman 100 x 100 cm atau 120 x 80 cm.

2. Tumpangsari jarak tanam 150 x150 cm atau 200 x 200 cm

–       Cara penanaman dengan meruncingkan bagian bawah stek batang

–       Sebelum ditanam stek bagian bawah direndam dalam larutan D’NATURE dengan dosis 40 ml dicampur 5 liter air, rendam selama kurang lebih 1 jam.

–       Angkat dan tiriskan, kemudian tanam sedalam 5 – 10 cm, bila tanah keras/berat dan berair/lembab stek ditanam dangkal saja.

5. Pemupukan :

Pupuk yang dibutuhkan per hektar adalah 10 kg ULTRABIOSOIL; 50 kg BioAwu, 10 Sachet (setara 10 liter POC) D’NATURE

TABEL PEMUPUKAN SINGKONG per Hektar

No. Nama pupuk Umur 7 HST Umur 60 HST Umur 120 HST Keterangan
1 BioAwu 15 kg 15 kg 20 kg Tabur
2 ULTRABIOSOIL 25 kg 2,5 kg 5 kg Tabur
3 D’NATURE 2,5 liter 2,5 liter 5 liter Semprot

a.       Waktu pemupukan BioAwu dan ULTRABIOSOIL dicampur menjadi satu dan ditaburkan di sekitar batang atau ditugal ke tanah kurang lebih 15 cm dari batang.

b.       Pada waktu aplikasi D’NATURE, selain disemprotkan pada daun juga di tanah sekitar batang, setelah pupuk tabur diberikan.

c.       Untuk memaksimalkan hasil dapat juga disemprot larutan pupuk D’NATURE setiap satu bulan sekali sampai umur 10 bulan, dengan dosis 2 sendok makan/5 liter air POC D’NATURE. Tujuannya untuk meningkatkan klorofil pada daun dan pembentukan umbi, serta mencegah munculnya penyakit dan hama.

1.       Penyulaman :

Untuk bibit yang mati/abnormal dapat dicabut dan diganti dengan bibit baru yang sudah disiapkan di media sekitar lahan, sebaiknya dilakukan pada minggu pertama atau kedua setelah penanaman agar dapat tumbuh seragam.

2.       Penyiangan :

Bersihkan dan buang segala gulma dan rumput khusunya pada masa pertumbuhan agar nutrisi dapat terserap sepenuhnya oleh tanaman singkong. Dalam satu musim tanam minimal dua kali penyiangan.

3.       Perempalan/ Pemangkasan :

Perlu dilakukan perempalan/pemangkasan agar minimal batang pohon minimal memiliki dua atau tiga cabang untuk digunakan sebagai bibit.

4.       Pengairan dan penyiraman :

       Kondisi lahan ketela pohon sampai umur 4 – 5 bulan hendaknya selalu lembab agar pertumbbuhan bisa maksimal.

       Pada musim kering dapat dilakukan penggenangan dua minggu sekali atau sesuai kebutuhan agar pohon cukup air.

5.       Pemanenan :

       Pemanenan dilakukan saat umur tanaman mencapai 6 – 8 bulan untuk varietas genjah, dan 9 – 12 bulan untuk varietas dalam.

–     Ciri- ciri tanaman sudah siap panen yaitu daun bagian bawah mulai berkurang dan warna daun mulai menguning dan banyak rontok.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perlu bantuan? Chat Whatsapp