Kategori
Artikel

MENGOLAH LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT MENJADI PUPUK ORGANIK TEKNOLOGI BIO INCON

Produksi kelapa sawit dari waktu kewaktu terus berkembang, baik untuk hasil produksi, luas lahan  dan teknologi yang diterapkan dalam menunjang produksinya sehingga membawa manfaat bagi banyak pihak. Namun tidak dipungkiri dari hasil-hasil positif yang ada, beberapa diantaranya perlu diberi perhatian khusus untuk ditangani dengan baik agar tidak membawa dampak negatif bagi lingkungan sekitarnya. Salah satunya adalah limbah dari industri sawit.

Pada saat proses pembuatan Minyak Sawit Mentah dari pemrosesan Tandan Buah Sawit Segar setidaknya ada dua jenis limbah yang dihasilkan, pertama limbah dalam bentuk padat berupa Tandan Kosong ( Tankos ) dan kedua limbah dalam bentuk cair berupa Limbah Cair Kelapa Sawit ( LCKS ). Limbah Tankos masih bisa diurai secara alami meski butuh waktu yang lama atau bisa juga dipercepat dengan pengomposan ( Lihat Video Pengolahan Tankos Sawit Menjadi Pupuk Kompos Premium ). Tetapi untuk LKCS butuh penanganan yang khusus karena selain jumlahnya cukup banyak juga butuh biaya yang cukup besar, dan jika dibiarkan akan mengganggu lingkungan.

Dari setiap pengolahan 1 ton Minyak Sawit Mentah ada sekitar 0,6 – 0,7 LCKS, artinya setiap 1 ton MSM ada sekitar 700 liter LCKS dengan kandungan lumpur aktif sekitar 25-30%, dengan Biological Oxygen Demand kisaran 18.000 – 48.000 mg/L dan nilai Chemical Oxygen Demand berkisar 45.000-65.000 mg/L yang bisa mengganggu lingkungan jika langsung dibuang ke alam, belum lagi tingkat keasaman yang tinggi dengan pH sekitar 3,5 – 5 serta bau menyengat yang ditimbulkan.

Meski demikian ada kandungan LCKS yang dapat dimanfaatkan, diantaranya kaya akan unsur hara seperti N, P, K, Ca, Mg, Zn dll sehingga jika diproses dengan benar dapat menjadi bahan baku Pupuk Organik Cair yang bermanfaat, tidak hanya untuk perkebunan Kelapa Sawit namun juga untuk pertanian lainnya.

INCON Mitra Bumi Indonesia telah melakukan riset dalam pemanfaatan LCKS untuk dibuat Pupuk Organik Cair Hayati yang dapat dimanfaatkan untuk semua jenis tanaman, dengan manfaat sebagai berikut :

1.    Meningkatkan produksi tanaman baik kuantitas dan kualitasnya dengan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan.

2.    Menjadikan tanah yang keras berangsur-angsur menjadi gembur.

3.   Melarutkan residu pupuk kimia dalam tanah sehingga dapat dimanfaatkan tanaman.

4.    Memberikan unsur makro dan mikro dalam bentuk siap diserap tanaman.

5.    Dapat mengurangi N, P, K 12,5 – 25 %.

6.    Memacu perkembangan akar dan mikroorganisme dalam tanah.

7.    Meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan hama dan penyakit.

8.   Jika digunakan di kolam atau tambak dapat memacu munculnya plankton.

Berikut Tiga Tahapan Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair Hayati dari LCKS dengan Teknologi Bio INCON :

1.    Proses Netralisasi Limbah Cair :

a.    Untuk 400 liter LCKS ; siapkan 10 kg ULTRA BIOSOIL, 6 kg Bekatul, 6 kg Gula Pasir.

b.   Campur LCKS dengan semua bahan dalam sebuah wadah/tong, aduk supaya merata lalu ditutup rapat agar terjadi netralisasi secara anaerobik. Diamkan minimal sampai 12 jam agar limbah menjadi netral dari keasaman dan residu yang berbahaya.

2.    Proses Penguraian dan Pemisahan Padatan LCKS :

a.    Siapkan 5 kg Master ULTRA BIOSOIL, juga Mesin Aerator.

b.   Masukkan Master ULTRA BIOSOIL ke dalam larutan lalu aduk sampai tercampur merata, kemudian tambah oksigen dengan aerator untuk fermentasi secara aerobik. Diamkan minimal semalaman agar LCKS cepat terurai dan sempurna, ditandai dengan menipis/hilangnya buih serta mengambangnya padatan LCKS dan warna LCKS berubah dari hitam pekat menjadi seperti air keruh saja, bau larutan tidak menyengat dan keluar aroma tape, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa residu berbahaya/pengotor sudah netral, . Padatan yang mengambang dapat diambil sebelum masuk proses berikutnya.

3.    Proses Pengkayaan Nutrisi :

a.    Siapkan 1 kg D’NATURE untuk 200 liter larutan dan gula pasir 5 kg/molase/gula cair.

b.    Ada dua alternatif proses ekstraksi asam organik dan peningkatan kandungan nutrisi yang dibutuhkan tanaman ( asam humus, asam amino, Nitrogen, Hormon tumbuh dll ).

       Alternatif Pertama : Campurkan 1 kg D’NATURE pada 200 liter larutan, aduk secara merata kemudian lakukan aerasi selama minimal 12 jam.

       Alternatif Kedua : Larutan diencerkan dahulu dengan air bersih dengan perbandingan 1 : 10 ; 20 liter larutan LCKS dengan 200 liter air bersih. Campurkan 1 kg D’NATURE pada 200 liter larutan tersebut, aduk secara merata kemudian aktifkan selama minimal 12 jam.

Setelah melalui Tiga Tahapan Pemrosesan ini maka larutan LCKS sudah siap digunakan sebagai Pupuk Organik Cair Hayati yang dapat diaplikasikan pada segala jenis tanaman. Dosis pemakaian sangat hemat karena sewaktu aplikasi dapat diencerkan dahulu untuk 20 cc POC dengan 5-10 liter air, kemudian semprot/siram pada tanah/tanaman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *